Jumat, 01 Mei 2015

Melatih Kemandirian Anak Usia 2-3 tahun

Beberapa waktu yang lalu seorang teman yang punya 4 anak menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa partisipasi aktif dengan banyaknya urusan rumah tangga yang harus dia lakukan, selain mengajar di sekolah SD. Apalagi dia juga baru saja melahirkan anaknya yang ke-4 sehingga agak kerepotan membagi waktu. Padahal dia sudah dibantu oleh asisten rumah tangga setiap hari. Meski asistennya tidak tinggal datu rumah. Dia datang jam 7 pagi dan pulang sore jam 4. 

Banyak Ibu-ibu mungkin mengalami kerepotan yang sama seperti teman saya. Apalagi bila tidak memiliki asisten untuk membantu menyelesaikan urusan rumah tangga.


Mendengarkan cerita teman saya itu, mengingatkan saya pada pelajaran kemandirian di sekolah Montessori. Di sana anak-anak sejak usia dini diajarkan pada pekerjaan rumah tangga yang bisa mereka lakukan sesuai dengan usia mereka. Pelajaran itu ternyata sangat bermanfaat bagi anak-anak. Tidak hanya dari aspek kemandirian, tapi juga keterlibatam mereka sebagai anggota keluarga, latihan gerak dan pemahamam cognitive anak-anak termasuk mengajarkan nilai-nilai kerapian dan kebersihan.

Berikut ini beberapa pekerjaan dan kebiasaan yang bisa diajarkan pada anak-anak usia 2 sampai 3 tahun  selain mengajarkan kemandirian juga dapat membantu orang tua mereka mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

1.  Meletakkan mainan pada tempatnya 

Tak hanya mengajar mereka mandiri tapi juga
bertanggung jawab pada barang miliknya
Berapa kali ibu-ibu harus membersihkan dan merapikan mainan anak-anak setelah mereka bermain? Mungkin melakukannya sambil mengomel?


Daripada begitu, kenapa tidak diajari dan dibiasakan anak-anak untuk menaruh barang mainannya kembali dalam kotak khusus yang sudah disediakan? Selain membiasakan anak untuk bertanggung jawab, juga meringankan pekerjaan Ibu-ibu kan? Jangan lupa untuk memuji anak jika telah melakukan tugasnya ya :)

2.  Menaruh baju kotor di tempatnya

Saya yakin Ibu-ibu pasti menyediakan tempat baju kotor di rumah, entah di setiap kamar anak-anak maupun dekat tempat pencucian baju / mesin cuci.


Biasakan anak-anak menaruh baju kotor mereka di tempatnya. Jangan biarkan anak-anak meninggalkan   baju kotor berserakan di kamar ataupun ruang keluarga tempat Ibu membantunya berpakaian setelah mandi. Kebiasaan ini selain membuat pekerjaan Ibu bertambah juga akan menjadi kebiasaan buruk bagi anak-anak dalam hal kerapian dan kebersihan.

3.  Membuang sampah pada tempatnya

Belajar mandiri dan kebersihan dimulai sejak dini
Di setiap rumah pasti ada tempat sampah induk dimana seluruh sampah yang dihasilkan dalam rumah dijadikan satu dalam kantong sampah dan setiap hari dikeluarkan dan dibuang ke tempat sampah yamg disediakan di perumahan atau kampung sebelum diambil petugas sampah kota ke tempat pembuangan akhir (TPA).


Mungkin itu pekerjaan sepele, namun itu adalah pekerjaan penting. Jika tidak dilakukan, bisa dipastikan sampah rumah akan menggunung dan jadi sumber penyakit. Anak-anak bisa dilibatkan untuk membantu pekerjaan Ibu di rumah. Mereka bisa diberi tugas untuk kantong sampah yang ukuran dan berat isinya sesuai dengan usia mereka.

Jangan lupa untuk mengingatkan mereka cuci tamgam setelah mengeluarkan kantong sampah ya!

4. Melipat baju dari tali jemuran

Ada tugas lain yang bisa dikerjakan bersama si kecil setelah mengangkat baju dan pakaian dari tali jemuran, yaitu melipatnya. Kan ada tuh beberapa jenis pakaian yang kita mungkin tidak perlu menyeterika, seperti pakaian dalam, kaos kaki dan baju tidur anak dan lain-lain.


Ajak mereka terlibat dan membantu anda mengerjakan pekerjaan itu dan jadikan pekerjaan sebagai kebiasaan yang  menyenangkan. Jangan buru-buru diusir dan dimarahi jika anak-anak malah menjadikannya sebagai ajang permainan. Jadikan kegiatan melipat baju itu sebagai permainan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anda dan anak anda.

5. Menaruh buku ke rak

Keluarga anda suka membaca buku? Atau anak anda punya koleksi buku-buku bergambar yang mereka suka buka lalu lupa mengembalikannya ke rak?


Ajarkan mereka kebiasaan untuk menaruh kembali buku di raknya. Tidak hanya itu kebiasaan baik bagi anak, juga itu membantu Ibu merapikan ruangan. Jika kurang rapi, anda maaih bisa merapikannya lagi nanti, tapi paling tidak hargai usaha si kecil membantu anda mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

6. Membersihkan debu di lantai

Belajar memahami pentingnya kebersihan
Pernah melihat sapu kecil untuk anak-anak? Itu bukan hanya sekedar alat bermain bagi mereka. Tapi juga bisa digunakan untuk mengajarkan mereka berkontribusi dalam pekerjaan rumah tangga. Caranya? Ajarkan dan tunjukkan pada mereka cara membersihkan debu atau kotoran kecil di lantai. Dan beri mereka kepercayaan untuk membantu membersikan. 

Kadang ada anak-anak yang justru kemudian lebih tertarik untuk membuat kotoran itu semakin luas dan melebar, sedang kita kurang sabar lalu mengambil alih pekerjaan itu. Anak-anak perlu diajari untuk mengerti apa yang harus mereka lakukan dengan alat itu dan tunjukkan dalam bentuk tindakan dan juga ketegasan. Tidak perlu menggunakan mulut dengan berteriak atau mengomel. Cukup tunjukkan dengan tindakan yang berulang-ulang, sampai si kecil paham apa yang mestinya dia lakukan dengan alat itu dan apa yang kita ingin untuk dia lakukan. 

Selain itu juga ada hal-hal kecil yang bisa kita minta anak-anak untuk lakukan dan libatkan dalam urusan rumah tangga, seperti mengambilkan popok dan lap atau menyiapkan peralatan makan di meja makan. 

Dengan melatih mereka untuk terlibat dalam pekerjaan rumah tangga tidak hanya mereka belajar aspek motorik tapi juga belajar bertanggung jawab dan mandiri. Dengan kebiasaan kecil itu, anak akhirnya akan dilibatkan dalam urusan rumah tangga. 

Selamat berlatih dengan si kecil :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar